Skip to main content

Kabar Dari Jakarta

Mungkin kehendak Tuhan lain dari pada yang lain pada diriku. Coba bayangkan baru kali ini aku kerja gaji jutaan, dan semua kemampuanku kepakai dan dihargai. Mulai dari instalasi computer keuangan, management dan interpersonal komunication termasuk nulis laporan.
Sekarang sudah 4 hari aku kerja sebagai kepala perwakilan PT. Synergy Mitra Sejati lampung karena ada beberapa hal yang krusial maka selama satu bulan ini aku masih di perbantukan di Jakarta. Ada beberapa maslah yang harus aku ketahui dan aku selesaikan termasuk soal permasalahan yang-akhir-akhir ini terjadi.
Bahkan 3 hari ini aku harus lembur berkenaan dengan proyek-proyek baru yang akan di tangani di daerah Bogor. Mau tahu saat aku lembur dan apa yang aku makan? Mau tahu kayak apa berantakannya ruanganku yang cukup lega kalau akan mempersiapkan proyek meski aku baru 4 hari bergabung dengan perusahaan ini.
Eh iya jangan segan-segan kalau kamu yang masih ngangur dan merasa diri pinter dan mau belajar juga kerja keras. Kamu bisa melamar di kantor aku lho kirim saja CV, lamaran, dan kelengkapan lainya ke kantorku PT. Synergy Mitra Sejati Jl. H Samali Ujung, Komplek Pejaten Indah B-1, Kalibata-Pancoran, Jakarta Selatan 12740 atau kirim lewat email lamaran anda dan CV kepada Bpk. Tanto Angung Oprasion Head PT Synergy Mitra Sejati lewat email : synergy_sms@yahoo.com. Ada beberapa posisi yang bisa anda isi. Ya pokoknya minimal pendidikan D3 semua jurusan.
Paling tidak ada beberapa proyek yang sedang saya tangani membutuhkan beberapa orang untuk membantu saya mengerjakan proyek itu. Nah selamat mencoba peruntungan



Suasana Kantor saat lembur, biasnaya makan malamya PIZZA. haaa haaa soalnya bosse ultah terus di tumbaske PIZZA

Popular posts from this blog

Nothing To lose (Tak Terikat Dunia)

Tidak terikat pada dunia, adalah sebuah kemustahilan kata hampir semua orang. Namun kenyataanya untuk tidak terikat pada dunia itu bisa. Tuhan akan memampukan kita ketika kita untuk berani lebih dekat dengan-Nya. Apa yang dimaksud terikat dengan dunia? Pertanyaan tersebut memang sangat sulit untuk dijawab karena kita masih berada di dunia. Paling tidak apa yang kita gunakan, makan dan pikirkan adalah tentang dunia. Maka saya dapat memberikan jawaban yang lebih mudah dipahami yaitu dengan mengatakan satu kata ikhlas. Memang sangat sulit untuk menjadi ikhlas seperti sayang saya ulas sebelumnya : baca.. Namun semua dapat diusahakan asalkan kita mau. Mungkin lalu banyak orang bertanya bagaimana caranya? Hanya satu langkah kecil yang kita lakukan yaitu menata dan mensinkronkan antara hati, tutur kata dan perilaku. Ya langkah kecil itu pasti akan dibantah banyak orang kalau kita kategorikan hal yang mudah. Itu adalah langkah kecil yang tersulit dalam hidup ini. Sayapun merasakan demik...

KEMBALI JAUH DARI YANG KUSAYANG

       Kembali jauh dari yang ku sayang ini judul dari tulisanku kali ini setelah sekian lama vakum menulis di blog ini. Sekian lama vakkum menulis terasa kagen juga. Itung-itung mengasah hobi masa lalu. kecintaanku dalam dunia menulis ternyata sungguh membuat aku rindu. entah bagaimana akhirnya Tuhan mengijikan aku menulis kembali. Sekarang ini aku mencoba menuangkan lagi kisahku jauh dari mereka yang aku sayang.          Awal kisah ini, saat masih berjuang sendirian di kota Jogja saat aku jatuh, dan akahirnya sedikit demi sedikit aku mampu untuk bangkit dan menapak kehidupan baru bersama mereka yang aku cintai dan sayangi. di kota Jogja tanah kelahiranku aku memeulai sesuatu yang baru. Kembali bangkit dan jatuh kembali. Bangkit dan jatuh lagi adalah suatu hal yang sudah puas kualami di kota Jogja. namun aku selalu berhasil untuk sabar karena mereka yang ku cinta dadn sayang selalu bersamaku.          Kini saat ...

Belajar Ikhlas KOK Angel

mitromoto ||22122015|| Ikhlas kuwi panganan opo.....? Lah orang kok yg ada di otak kok cuma panganan. Mbok ojo mung panganan sekali waktu mikir negara.....! Hallah jangankan kok mikir negara lah wong mikir perut sendiri aja nggak nyampai. Hahaha dasar penghuni kolong jembatan......tidak pernah ngerti pikiran di luar perut......! Apa yang di punya hari ini ya itu yang di makan hari itu. Tanpa perduli besok mau makan apalagi. Dan tak jarang mung pasrah apa yang terjadi besok terjadilah. Sekilas memang seolah tidak ada perjuangan hidup atau memperjuangkan hidup pasrah mengalir bagaikan air sungai. Ya tetapi itulah wajah wong urip. Bukan soal berjuang atau perjuangan melainkan sebuah pemikiran mengapa seorang tinggal di kolong jembatan justru bisa seperti itu? Hari-hari dinikmati tanpa beban dan hanya mengandalkan belas kasih jalanan saja. Karena hanya itu yang mereka bisa. Kembali pikiranku menerawang jauh jika seandainya aku mampu mengandalkan hanya karena kasih Allah mungkin aku ju...