Skip to main content

Keluarga Komeng : Keluarga Kecil Penuh Berkat

Mitromoto.blogspot.com - 4 Juli 2015 hari pertama aku jauh dari keluarga kecilku di Lampung. Entah apa yang terjadi disana akupun tak mengerti. Banyak hal yang aku kawatirkan soal keluargaku di Lampung. Kali ini Tuhan banyak mengajariku berbagai hal.

Saat ini aku mampir buat numpang tidur di rumah komeng saudara paguyuban MU 2000 dan aku diajarkan hal yang terindah dalam keluarga. Keluarga yang begitu tulus membrikan cinta satu dengan yang lain. Cinta yang begitu tulus dan besar suami dan istri serta anak anak yang manis menyambut seorang pengembara.

Aku diajarkan untuk mengerti bahwa hidup berkeluarga bukan sekedar mencari uang namun kebersamaan dengan keluarga adalah yang utama. Kasih yang tulus membuat cinta mereka di penuhi kasih Allah.
Kasih yang terungkap dalam setiap tingkah dan laku, tutur dan kata.

Berharap akan keindahan itu yang mendasari perjalananku ini. Berharap pada cinta yang semakin mekar dalam keluarga kecilku itu yang menjadikan aku semakin didewasakan.

Tidak hanya pada tutur namun pandangan mata merekapun penuh dengan cinta. Setiap langkah mereka dipenuhi cinta, sehingga setiap orang yang berinteraksipun merasakan cinta yang sangat besar yang keluar dalam diri mereka.

Gomarus Andre Irawan kami biasa memangilnya komeng sosok keluarga yang tidak selalu sempurna mereka penuh pergulatan dan pergumulan dalam membangun keluarga. Dari mimpi mereka beranjak mengapai harapan di jakarta. Seribu halangan dan rintangan mereka menjalani hidup berkelurga.

Harapan itu hadir dalam kelurga mereka dan Allah hadir dalam berkat keluarga mereka. Dan mencoba menjadi indah dalam kehidupan mereka.

Popular posts from this blog

Limbah Pizza Hut Jl. Sultan Agung, Ganggu Warga Sentul Rejo

mitromoto.blogspot.com|19-12-2015|| Tidak di ragukan lagi bahwa suasana usaha dan investasi bidang kuliner di Jogja semakin marak di tengah gencarnya promosi pariwisata Jogja. Namun kenyataan ini tak jarang mempunyai efek yang secara signifikan mengangu masyarakat di sekitar lokasi usaha yg di bangun. Kenyataan ini terjadi di daerah Sentul Rejo lebih tepatnya di Gang Rode hingga kekampung Sentul Rejo bagian belakang Waralaba Pizza Hut di Jalan Sultan Agung. Gang Rode adalah gang yang dilalui oleh pipa pembuangan limbah dari restoran ini. Limbah yg berbau busuk dibuang melalui pipa menuju saluran pembuang jaman Belanda yg sudah sangat usang. Karena usia dan kondisi saluran kuno ini terkadang tidak dapat menampung limbah dari restoran ini yang akibatnya sering meluap ke jalan kampung dengan menebar bau busuk. Didik mantan RT di kampung tersebut yang paling parah terdampak oleh luapan tersebut, karena rumah yg ia tempati pas di depan bak kontrol saluran jaman Belanda yg sering meluap....

Nothing To lose (Tak Terikat Dunia)

Tidak terikat pada dunia, adalah sebuah kemustahilan kata hampir semua orang. Namun kenyataanya untuk tidak terikat pada dunia itu bisa. Tuhan akan memampukan kita ketika kita untuk berani lebih dekat dengan-Nya. Apa yang dimaksud terikat dengan dunia? Pertanyaan tersebut memang sangat sulit untuk dijawab karena kita masih berada di dunia. Paling tidak apa yang kita gunakan, makan dan pikirkan adalah tentang dunia. Maka saya dapat memberikan jawaban yang lebih mudah dipahami yaitu dengan mengatakan satu kata ikhlas. Memang sangat sulit untuk menjadi ikhlas seperti sayang saya ulas sebelumnya : baca.. Namun semua dapat diusahakan asalkan kita mau. Mungkin lalu banyak orang bertanya bagaimana caranya? Hanya satu langkah kecil yang kita lakukan yaitu menata dan mensinkronkan antara hati, tutur kata dan perilaku. Ya langkah kecil itu pasti akan dibantah banyak orang kalau kita kategorikan hal yang mudah. Itu adalah langkah kecil yang tersulit dalam hidup ini. Sayapun merasakan demik...

Belajar Ikhlas KOK Angel

mitromoto ||22122015|| Ikhlas kuwi panganan opo.....? Lah orang kok yg ada di otak kok cuma panganan. Mbok ojo mung panganan sekali waktu mikir negara.....! Hallah jangankan kok mikir negara lah wong mikir perut sendiri aja nggak nyampai. Hahaha dasar penghuni kolong jembatan......tidak pernah ngerti pikiran di luar perut......! Apa yang di punya hari ini ya itu yang di makan hari itu. Tanpa perduli besok mau makan apalagi. Dan tak jarang mung pasrah apa yang terjadi besok terjadilah. Sekilas memang seolah tidak ada perjuangan hidup atau memperjuangkan hidup pasrah mengalir bagaikan air sungai. Ya tetapi itulah wajah wong urip. Bukan soal berjuang atau perjuangan melainkan sebuah pemikiran mengapa seorang tinggal di kolong jembatan justru bisa seperti itu? Hari-hari dinikmati tanpa beban dan hanya mengandalkan belas kasih jalanan saja. Karena hanya itu yang mereka bisa. Kembali pikiranku menerawang jauh jika seandainya aku mampu mengandalkan hanya karena kasih Allah mungkin aku ju...